#Latepost: Tentang Musim Dingin yang membeku di Munchen, Jerman

Sedingin apa musim dingin (winter) di Munchen, Jerman?

Pastinya dingin dong… meski tidak sedingin Nordic countries semacam Finlandia, Iceland, Norwegia, dll. Juga pastinya tidak sedingin Alaska… apalagi Kutub Utara 😉

Saya termasuk tipe orang tropis yang tidak tahan (dan tidak suka) dengan cuaca dingin membeku, apalagi saat suhu mulai turun hingga dibawah nol derajat Celcius. Ampun deh… nyerah sayaaa…. (x__x). Suami juga sama aja sih. Meski orang Jerman asli, tapi dia paling tidak suka dengan cuaca dingin. Makanya selama musim dingin kemarin, kami tidak banyak traveling ketempat-tempat jauh.

Saya tiba di Munchen sekitar pertengahan Desember 2018. Suhu di Munchen waktu itu masih diatas nol derajat Celcius, tapi kurang dari 10 derajat Celcius. Puncaknya di pertengahan Januari hingga awal Februari… dinginnya… ruaarrr biasa… belum lagi angin kulkasnya yang sering muncul sewaktu-waktu… arrgghhh…. jadi malas rasanya keluar rumah.

Jadi apa yang saya lakukan selama musim dingin kemarin?

Kursus bahasa Jerman. Iya, suami mendaftarkan saya untuk ikut kursus intensive bahasa Jerman level paling basic– A1. Tapi karena waktunya tidak cukup dan saya sudah harus kembali ke Indonesia, akhirnya saya hanya sempat menyelesaikan level A1.1. Ya lumayanlah… daripada tidak sama sekali 🙂

@WINTER15
Sekolah lagi… belajar bahasa baru lagi 😀
@WINTER9
Kursus Intensive Bahasa Jerman Level A1.1.

Selain itu kami juga sempat jalan-jalan ke beberapa tempat seperti Nurnberg (baca ceritanya disini), Innsbruck (baca disini), dan Budapest. Tidak banyak, tapi bolehlah… itupun suami sudah mengeluh, enakan nonton film dirumah aja katanya… hangat (<__<). Selain itu kami juga sibuk menghadiri undangan dari keluarga dan beberapa teman baik kami untuk makan siang/malam bersama. Ternyata cukup padat juga kegiatan kami selama musim dingin kemarin. *Mungkin kalau ada waktu, saya akan menuliskan pengalaman trip kami ke Budapest (Hungaria) di artikel yang selanjutnya.*

IMG_5567
Makan siang dirumah mertua…
IMG_5568
Mama mantu selalu masak yang enak-enak… yummy…
IMG_5570
Dessert… Krim dengan buah-buahan.
IMG_6212
Dinner dengan teman baik di restaurant khas Bavaria.
IMG_6205
Pesanan saya: a big giant Pork knuckle (aka. Schweinshaxn) 😀
IMG_6213
Ice cream for dessert 🙂
IMG_6216
Ruang bawah tanah, yang saat-saat tertentu sepertinya ditutup untuk umum.
IMG_6191
Another dinner with good friends… saya pesannya Schnitzel lagi… makanan favorit! 😀
IMG_6186
Cheese with soup 🙂 delicious!
IMG_6189
Pesanan suami… lupa lagi namanya XD
IMG_6193
Tiramisu for dessert… sepiring berdua dengan suami ❤

Kadang kalau suami sedang kerja, saya juga suka muter-muter di sekitaran Marienplatz sambil cuci mata di butik-butik yang bertebaran disana. Kalau pas ketemu barang bagus dan diskon, barulah saya beli. Kalau nggak ada diskon ya lewaaaattt… Hahaha. Pas bulan Januari kemarin, di Munchen lagi ada winter sale besar-besaran, jadi ya waktunya memang pas banget buat saya yang tipe discount hunter ini untuk belanja.

Butik kesayangan saya? Zara dan H&M dong… karena di winter sale kemarin diskonnya gede banget 😀 plus Tk Maxx. Asliii… sekarang aja saya sudah kangen sama Tk Maxx (hehehe). Tk Maxx tuh konsepnya seperti FO di Bandung yang jualan produk original dengan harga miring. Jadi istilahnya FO versi Jerman kali ya 😉 Suka banget dengan toko itu karena pilihannya banyak, mulai dari tas, clothing, sepatu, produk kecantikan, sampai peralatan rumah tangga juga dijual. Semuanya ber-merk pula, tapi dengan harga yang terjangkau.

IMG_5275 (1)
Winter sale di butiknya Zara. Semua jadi 12.99 Euro aja! Wuihh 😀
IMG_5277
Masih di Zara. Yang ini malah jadi 7,99 Euro aja! (-$$$$$)
IMG_5544
Ini yang paling parah… dapetnya di butik Orsay. Dress ini bagus banget… dari 45 Euro cuma jadi 9 Euro! Dashyat! Hehehe…

Saya juga sempat dua kali belanja ke toko Indonesia yang menjual berbagai bahan masak dan bumbu khas Indonesia. Pertama kali kesana masih ditemani suami, tapi yang kedua kalinya saya sudah bisa cussss kesana sendirian tanpa adegan nyasar dan salah naik kereta. Lumayan, pulang-pulang bawa telor asin, kerupuk dan frozen tempe (x_0).

@WINTER1
Telor asin made in China yang rasanya persis banget ama telor asin di Indonesia.
@WINTER2
Nikmatnya makan telor asin dan nasi putih di Jerman… 😀
IMG_5521
Makan siang dengan sop ayam dan kerupuk… nyam nyam 😀

Oh ya, sayangnya kita belum sempat main ski di musim dingin kemarin ini. Sebenarnya sudah janjian dengan teman baik suami dan sudah niat banget berangkat setelah tahun baru. Tapi… oh tapi… waktu itu memang lagi turun salju lebat di beberapa daerah di Jerman, termasuk Munchen dan (apalagi) di wilayah pengunungan Alpen tempat kami akan bermain ski. Akhirnya rencana main ski harus dibatalkan. Ya sutralah… saya sih biasa aja, secara saya memang nggak bisa main ski dan nggak mau jatuh berulang-ulang diatas salju yang dingin membeku… hihihi. Nantilah, di winter yang berikutnya aja kita janjian ama teman suami lagi untuk kesana 🙂

Selebihnya, untuk yang penasaran dengan suasana winter di Jerman, khususnya di Munchen, bisa dilihat dari foto-foto ini. Enjoy!

@WINTER20
Winter at our backyard 🙂
@WINTER3
Halaman depan flat yang dingin membeku.
@WINTER4
Perjalanan menuju Bank yang penuh perjuangan XD
@WINTER6
Tanaman pun tertutup salju.
@WINTER8
Sepatu boots baru yang langsung diuji diatas salju! 😀
@WINTER21
Tidak lupa mengabadikan perjuangan ke bank ini (x__x)
@WINTER16
Perjalanan ke rumah mertua.
@WINTER17
Masih disekitaran area tempat tinggal mertua.
@WINTER19
Grey world… Freezing cold! XD
@WINTER18
Dingiiinn.. but whateverlah… I’m in winter wonderland! 😀
@WINTER7
Halte tempat kami biasa menunggu bus untuk pulang.
@WINTER12
Olympia park, Munchen. January, 2019.
@WINTER13
Olympia park yang putih tertutup salju.
@WINTER10
Menjelang malam di area dekat rumah.
IMG_6114
River surfing, English Garden, Munchen 2019.
IMG_6093
Mantabbb… Meskipun cuaca dingin tapi masih banyak juga yang river surfing di English Garden (^0^)
IMG_6181
Hofgarten, Munich, February 2019.

Dokumentasi “Winter in Munich”. December 2018 – February 2019. By Pinkypandabear.   

Baca juga: Liburan sepuluh hari di Yunani di Yunani tanpa tour (part 1: Kreta)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s